Senin, 04 Mei 2020

"Semesta Sedang tidak Bercanda"



Dunia sekarang tidak baik,ajarkan insan-Mu untuk tetap bersabar sejenak.
Kali ini tidak bercerita tentang kebahagiaan bukan tentang kesenangan, melainkan kisah tragedi menyedihkan.
Catatan hari dimana akan diselimuti kabar tak enak hati.
Waktu ke waktu mencatat setiap rincinya kisah, dimana bumi tidak baik-baik saja saat ini. 
Candaan-Mu membuat kita terkejut tak berdaya.

Semoga ini segera berakhir dan berjalan kembali
Seperti sediakala semua bebas berbicara, berjabat tangan, duduk nyaman dimesjid dengan mengaji.
Tidak ada lagi rindu yang berbatas jarak.
Pertemuan menjadi satu kebahagiaan yang dinantikan. 
Serta duka pada semesta semakin larut dalam keberkahan Ramadhan. 

Allahumma Aamiin:)

Kotamobagu, 04 Mei 2020

Sabtu, 25 April 2020

"Ketika Niat mengalahkan Ketakutan"-CERMIN


Ketika kamu datang kerumahku, aku akan senang hati membuka pintu Rumahku.

"Tokk.. Tok... Ucapan salam darimu.

"Assalamualaikum.

"Waalaikumsalam. ucapku.

Seketika jantungku seakan mau berhenti, aku tak berani menatapnya terlalu lama. Takut akan diuji Allah, Nanti yah setelah kamu datang bersama keluargamu aku akan bersiap untuk itu. Ucapku dalam hati. Entahlah kamu merasakan hal yang sama sepertiku atau hanya aku.

Duduk berbincang dengan orangtuaku,seakan darahku tak mengalir lagi. Sekujur tubuhku dingin membisu mendengar yang akan ia sampaikan nantinya.

Diam, tenang ada Allah. sambil melafazkan Dzikir dalam hatiku banyak hal yang mereka perbincangkan,selesai berbicara tentang niatnya untuk menyempurnakan separuh agama, Sekaligus meminta restu pada orangtuaku. Aku terdiam seketika untuk mencerna kembali niatannya. Selesai pada penghujung waktu yang mulai berkumandang Adzan serta awan yang mulai menghitam bertanda malam akan menyapa dan burung-burung riuh kembali kesangkarnya.

Tersenyum bahagia sambil menatapku sekali-kali dan berkata "Semoga kita dimudahkan". Ucapnya yakin dan memantapkan pilihannya. Tidak ada pembicaraan lagi usai berbuka puasa kamu pun menjadi Imam didepan keluargaku, membuktikan bahwa kamu bisa menjadi Imam dalam keluarga kita nanti.

Banyak hal serta kesempatan yang selalu menghampiri kita yang akan menyempurnakan Agama. Takut, lawan kata berani. Itulah kamu.
Usai Margrib ,Isya serta Tarawih, kamu berpamitan serta pulang dengan membawa pesan berisi kebahagiaan. Aku harap ini akan berlanjut, sebab kita masih pada pertengahan puncak belum pada akhirnya.

Ketika awan menghitam ada hujan yang menghangatkannya, ketika Niat sudah yakin ada Allah yang memudahkannya:)


Kotamoabagu, 26 April 2020
Fatricia Putri LM



Selasa, 14 April 2020

"Geografi" (Gelombang Grafitasi Hati)



Selamat Datang pagi. 
Menawarkan hati.
Menyeduhkan kopi. 
Melewati mentari. 

Pagi menyapa dengan harap. 
Denting waktu tak bermain sigap. 
Helaan napas kian memanas mantap. 
Grafitasi angin meniup sedap. 

Kantuk yang masih ingin menguap. 
Rindu yang memapah terus meluap. 
Ku pasangkan Harapan yang masih belum siap. 
Gelombang rindu mulai bertebaran dilangit asap. 

Kita membeku di putaran waktu. 
Berpura Amnesia.
Dan, melupakan sapa, canda. 
Juga rasa , dan temu. 

Apakah dulu kita pernah ada?... 
Ataukah hanya datang lalu lenyap. 
Dimakan rayap serta, hilang dimakan waktu?...
Maaf peran Antagonisku begitu siap , Untuk melepas!..



Kotamoabagu , 15 April 2020
Fatricia Putri LM 

"Nikmat"



Tak pernah terhitung dengan jari. 
Tak pernah terlihat dengan mata. 
Tak pernah terlintas oleh fikiran. 
Tak pernah terjabarkan lewat kata. 

Semesta seluas samudra membentenginya. 
Tapi dengan rasa Syukur tak pernah kita rasa. 

Lupakah dengan Sang Pencipta?...
Ataukah belum merasakannya?... 

Napas yang tak perlu dibeli. 
Alam yang menjadi penyejuk sejati. 
Mata memandang tak pernah henti-hentinya. 
Inilah semakin dekat dengan Sang Ilahi, agar keimanan tak bisa terganti. 

Sujud Syukur dalam suatu kebahagiaan. 
Melambangkan Nikmat yang tiada habisnya. 
Ingat. Tahta,rasa,serta,Harta, adalah titipan. 
Kapan saja Ilahi bisa mengambilnya kembali.


Kotamobagu, 14 April 2020
Fatricia Putri LM

Sabtu, 28 Maret 2020

Sajak-"Catatan menjadi Dewasa"



Persimpangan hidup 
memberi nasehat penting. 
Saat waktu masih 
ada banyak peluang. 

Ingatan mulai menemukan dan berdatangan. 
Rindu yang menunggu dan berserampangan. 
Berjejeran sampai pada bait doa berserakan.
Kembali pada memori yang menaruh pelajaran.

Yang kadang samar, 
kadang begitu persis difikirkan. 
Tiap doaku sisipkan untuk bahagia yang dibutuhkan sekarang.
Semua tak lagi sama sebab kata adalah detak
Dan titik adalah mati.
Ingat kau masih diberikan kesempatan bernapas untuk hari ini. 



Kotamobagu, 29 Maret 2020
Fatricia Putri LM

Kamis, 26 Maret 2020

Covid 19 -"Mengalah untuk Semesta"


Corona Virus namanya. 
Manusia yang terkena akan diisolasi.
Para medis sedang bermeditasi serta mengobati. 
Untuk kemaslahatan umat dibumi yang terjangkiti. 

Mengalah-lah untuk Semesta... 

Sebentar lagi Ramadhan akan datang. 
Dan akan tinggal beberapa bulan mendatang. 

Mengalah-lah kepada bumi... 

Semesta tidak baik kau singgahi. 
Terlalu banyak dramanisasi. 
Bangga serta apresiasi pada medis, tentara serta polisi. 
Serta pemerintah yang sedang menanggulangi. 

Sang Khaliq lindungi kami.
Dunia hanyalah tempat persinggahan semata. 
Mudah bagi-MU mengusir tamu yang tak kita sukai. 
Cepatlah pergi, Jangan bertahta dibumi terlalu lama!. 

Kami yang tinggal dibumi atas Nama Manusia. 
Ingin cepat berakhir dan menyambut bulan Ramadhan.
Kami hanya mampu menitihkan Air mata. 
Berdoa, berusaha serta mencegah solusinya. 

Semoga ada hikmah dibalik semua ini. 
Walau semesta semakin menjadi-jadi. 
Ada Sang khaliq mampu mengambilnya serta mengobati. 
Kembali pulihlah, Dunia sedang digerogoti.

Ada datang ada pergi. 
Semoga nantinya ditelan bumi. 
Virus itu tak akan kembali. 
Semua sandarkan kepada Sang Ilahi.


Kotamobagu, 27 Maret 2020
Fatricia Putri LM

Sabtu, 21 Maret 2020

"Rumah terasa Asing"

"Rumah terasa Asing"

Anggap saja hari esok tidak ada. 
Mereka menganggapku 
bagaikan sudah tiada. 
Tak berbicara padaku, 
sampai hati terasa terluka. 
Aku diam seketika memikirkan,
 Apa kesalahanku pada mereka? 

Berfikir, bertanya?, Tak ada jawaban. 
Tujuanku sebenarnya mencapai masa depan. 
Meraih kehidupan yang sesungguhnya.
Dan menghindari zina dimuka bumi yang ada. 

Andai mereka sepemahaman denganku. 
Mungkin mereka paham dengan maksudku. 

Sekarang asing adalah kata yang menggambarkan diri. 
Berdiri sendiri tanpa ada saudari yang mengomentari.
Tentang pilihanku menikah muda yang akan terjadi nanti. 
Aku harap, kalian paham posisiku saat ini!. 

Sependapat berarti menghargai pilihanku.
Tapi mereka enggan berkomentar.
Baik itu mau kalian!. Aku juga punya 
perspektif sendiri. 
Hilang ditembus malam larut 
terbasuh hujan.
Tenanglah kawanku , 
aku lekas pergi takkan kembali
Tunggu saja sunyi memaksaku untuk pergi. 
Dan kini rumah diterjal sepi
 dan merasuki ruang mati. 

Tuhan ini lambaian tanganku 
yang menyerah dengan cobaan. 
Sementara diri masih saja terbesit untuk mempersiapkan kematian.


Kotamobagu, 21 Maret 2020