Rabu, 06 November 2019

"Ketika Aku Mengasingkan diri Darimu"



Jangan menarikku kembali. 
Cukup sudah. Aku berhenti. 
Aku tidak peduli lagi tentangmu. 
Biarlah semuanya jadi kenangan bagiku. 

Kebetulan kamu yang
 Aku harapkan. 
Kebetulan juga kamu
 yang memberi luka. 
Kebetulan juga kamu
 meninggalkanku tanpa kata.
Kebetulan juga kamu 
perlahan hilang dari ingatan.

Sebuah kebetulan menjadikan kita perbedaan. 
Seharusnya kau paham kita sudah asing.
Tak lagi ada sapaan darimu disetiap sore. 
Kamu yang mengucapkan janji. 
Kamu pula akhirnya memutuskan untuk pergi. 

Pada akhirnya aku hanyalah debu. 
Yang perlahan kau hapus dari ingatanmu. 
Berharap temu dapat mempersatukan rindu. 
Kita hanyalah sebatas pernah dan tak mampu bertahan.

Dari awal aku tak sepakat
 untuk menyudahi. 
Tapi sudahlah waktu terlalu banyak menggerogoti.
Mengambil paksa kamu lalu pergi. 
Aku akhirnya keliru
 sudah terlalu lama berdiri disini.
Sedangkan kamu, 
 Sedang berbahagia disana!

Kau dan aku bagaikan tumpukan jerami. 
Tak mudah untuk dicari,
Hanya terkemas rapi dalam sepi. 
Terhimpun dalam bait-bait elegi,
 Dan tak mudah bersemi. 
Kini kau bagai museum
 yang aku beri nama memori. 



Gorontalo, 06 November 2019
Fatricia Putri LM~


Senin, 04 November 2019

L E L A H



Tubuh berkata lunglai
Jiwa pun terkapar letih
Hati berkata lirih. Istirihatlah diri!
Perut tak mau berhenti lapar. 

Akankah ku patuhi?
Menghadapi Impian yang dihadapi. 
Diri butuh ketenangan hakiki. 
Jangan terlalu ambisi! 
Diri juga butuh diistirahati. 

Kemampuanmu jangan dipaksai. 
Dirimu tak mampu menyanggupi. 
Biarlah tubuh butuh konsentrasi. 
Agar kesehatan kembali pulih sendiri. 
Rutinitas pun mampu dijalani kembali! 


Fatricia Putri LM 
Gorontalo,04 November 2019

Salam Sehihali!!!! 
Sehat itu Mahal sekali!




Rabu, 30 Oktober 2019

"Purbasangka Akal Manusia"


"Purbasangka Akal Manusia"

Manusia tinggal dibumi sementara. 
Lihatlah diri dan jangan saling mendera. 
Gagasan siapa saja bisa disanggah.
Asal tahu batasan yang terarah. 

Purbasangka terlihat jelas ada. 
Menatap sersah jejak Kata. 
Berangin angin ke telinga. 
Beratapkan langit berdiri bersua. 

Akal semua manusia sama. 
Berteras ke dalam atau keluar. 
Berulat mata melihat,habis terbakar. 
Tahta menjadikan kita ingin berangka. 

Telah rusak namanya.
Dasar tebal muka, masih pula menjilati!
Tergores dalam insan memicit para rakyat. 
Tergambar jelas di jagat raya.
Sadarkah sejenak instropeksi diri. 


Gorontalo, 31 Oktober 2019
Fatricia Putri LM 

Minggu, 13 Oktober 2019

"Harapan Terabaikan"


"Harapan Terabaikan"

Juangku tertuang dalam rasa. 
Doa selalu menjadi perangko.
Rindu selalu menjadi kata. 
Dan tinta menjadi tulisan. 

Jahatnya kamu!.
Menunggu onlinemu. 
Menanti chatmu. 
Akhirnya dilanda candu.

Berkarat pada poros yang sama. 
Berharap peka dengan candaan.
Tapi berakhir tragis dan miris. 
Janji adalah kalimat penenang. 
Berakhir dengan kebohongan. 

Hanya karena nyaman. 
Dia tidak menyakitimu. 
Harapanmu saja,Terlalu tinggi. 
Dan akhirnya jadi risih sendiri!. 



-FatriciaPutriLM
Gorontalo, 14 Oktober 2019.



Selasa, 08 Oktober 2019

"Rindu Yang Mengganjil"


Jauh diufuk masih mengenggam sebuah nama. 
Tak sengaja belum dipertemukan OlehNya. 
Masih dalam proses penyembuhan luka. 
Mulut diam, Tapi Retina mampu berbicara. 

Oksigen mengalir ke tubuh lewat darah. 
Hati mengalir ke kalbu lewat mata. 
Rindu mengalir lewat doa tak berarah. 
Lelah menjadikan kita untuk mengeja rasa. 

Bijaklah dalam sebuah kejadian. 
Terutama akan setiap keganjilan. 
Kita begitu berdebar akan kecanduan. 
Esok adalah kemenangan hari ini kegagalan. 

Jemari tak bisa menggapainya. 
Gravitasi mampu memperlambatnya. 
Bumi tempat tinggal kita bersama. 
Tapi, Anehnya masih belum berjumpa. 


08 Oktober 2019
Ganjil Yang Dinantikan~

Senin, 16 September 2019

"Genggam Erat Aku"


"Genggam Erat Aku"

Ku kira gampang membuatnya senang. 
Asal ada rasa yang sama, Tak apa. 
Semua takkan ada masalahnya. 
Cemburu membuat rumit segalanya.

Tampak biasa, malah menjadi malapetaka. 
Kadang tak bisa dinalar sewajarnya. 
Cemburu sekali membuat hati sakit sendiri. 
Campakkan aku dari  perhatian romantismu.

Saat waktu tak berpihak padaku. 
Apakah harus selalu aku yang akan meluluhkanmu? 
Saat kau berdebat kecil,Mengapa tak ajak aku?.
Berdansa bersama alur bersama khayalanmu.Sudah terbiasa!.

Langit cemburu hingga malam ini bergemuru. 
Malam semakin dingin dengan perasaan takut. 
Esok belum tentu matahari milik kita. Bisa saja menghianati langit? 
Secerah apapun cahayanya. Jika masih mampu menyinari hati, Maka sama saja bernostalgia dengan masa lalu. 
Semoga tak ada penyesalan esokknya. Aku menunggu pagi untuk tidur lagi. 


Gorontalo 16,Sept 2019
Fatricia Putri LM

Minggu, 01 September 2019

"Menghardik Rindu"


"Menghardik Rindu".

Sepi menemani dikala sedih. 
Bahagia datang disaat letih. 
Hujan jatuh saat terik matahari. 
Tangis jatuh saat senyummu berseri. 

Mentari tenggelam bersama doa. 
Awal dan akhir mencinta pupus dibias kejora. 
Ingatan adalah mesin waktu terlama. 
Menyapa seakan lupa kecewa disatu masa.

Sebut saja aku mendung.
Dan kau embun yang datang. 
Kita berdua hanya menjadi gerimis. 
Meluluh hati perih teriris isak tangis. 

Aku bagai api cemburu ,bagai abu bertebaran.
Kita tak bisa bertahan sejenak,kita tenggelam.
Menelusup sampai kalbu memendam kerinduan. 
Saling merindu ,lalu membenci dalam kelam malam.


Gorontalo, 01 September 2019
Fatricia Putri LM