Aku dengan kenangan yang berserakan mulai memahami semua akan berdamai juga dengan keadaan. Tapi lagi-lagi relung pecahkan ditelan malam. Aku tidak tersenyum bahagia. Bukan karena tidak bahagia, karena kata 'Bahagia' sudah dihujam banyak rintihan luka-luka yang mendalam.
Aku dengan kesepian, sepakat untuk dapat menikmati setiap hari-hari dengan penuh syukur lebih tinggi, dibandingkan ekspetasi duniawi.
Aku dengan impian, mulai perlahan-lahan menata kembali apa-apa yang diutamakan untuk diraih dan diperjuangkan.
Aku dengan segala kekurangan selalu instrospeksi diri, bahwasanya setiap manusia harus menerima kehendak di luar kendali kita.
Aku dengan waktu yang sudah berjalan. Melatih diri, bisa bertanggung jawab, menjadi mandiri, memenuhi kebutuhan, dalam menghadapi setiap kemungkinan. Mempersiapkan setiap tahapan, apapun yang ada di hidup ku baik sekarang maupun akan datang.
Aku dengan terngaga menyaksikan orang-orang menjalani hidup mereka dengan 'kesalingan', sementara aku disini sementara mendesain kehidupan dengan 'kesunyian'.
Apa-apa pilihan, sudah menjadi prinsip seseorang. Namun dengan begitu, bila waktu akan membiasakan-ku, aku akan terbiasa dengan ketiadaan-mu menjadikan aku berjuang dengan kehidupan sebagaimana mestinya.
Kotamobagu 29,Januari 2025
Fatricia Putri LM